28 Oktober 2026 - 15:19
Hasil Jajak Pendapat Mengindikasikan Kekalahan Koalisi Netanyahu dalam Pemilu, Netanyahu Serukan Situasi Darurat

Hasil jajak pendapat menjelang pemilu di wilayah pendudukan Israel menunjukkan bahwa koalisi pesaing Benjamin Netanyahu berpotensi mengungguli koalisi yang berkuasa dengan memperoleh 56 kursi, dibandingkan 50 kursi yang diperkirakan diraih Partai Likud. Namun, berdasarkan angka-angka tersebut, tidak satu pun dari kedua kubu mencapai ambang batas 61 kursi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Berdasarkan sebagian besar jajak pendapat yang telah dilakukan, Partai Likud yang dipimpin Benjamin Netanyahu diperkirakan akan kehilangan mayoritas kursi parlemen.

Sebaliknya, kursi-kursi parlemen diperkirakan akan terbagi di antara kelompok oposisi yang terdiri atas partai-partai Yahudi Israel, dipimpin oleh Partai Yashar, serta sejumlah partai lainnya.

Pemilu Israel dimulai pagi ini dan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 22.00 waktu setempat. Netanyahu dan Gadi Eisenkot dari kubu oposisi Israel disebut sebagai dua pesaing utama untuk memperebutkan jabatan perdana menteri.

Surat kabar The Guardian melaporkan bahwa sebagian besar jajak pendapat yang dilakukan media-media Israel menunjukkan Partai Likud kemungkinan memperoleh 50 kursi, sedangkan koalisi Eisenkot diperkirakan meraih 56 kursi.

Untuk membentuk pemerintahan, sebuah partai atau koalisi harus memperoleh sekurang-kurangnya 61 kursi dalam pemilu. Kekalahan memalukan pada 7 Oktober disebut sebagai salah satu penyebab utama menurunnya dukungan pemilih terhadap partai Netanyahu.

Meskipun demikian, dengan adanya dukungan Donald Trump dan berbagai upaya lobi Amerika Serikat di wilayah pendudukan, Partai Likud disebut masih memiliki peluang untuk memenangkan pemilu.

Perdana Menteri Israel tidak dipilih secara langsung oleh rakyat. Pada umumnya, partai yang menguasai mayoritas kursi parlemen memperoleh kesempatan untuk membentuk pemerintahan dan mengajukan kandidatnya sebagai perdana menteri.

Sementara itu, Netanyahu mengeluarkan pesan darurat yang berbunyi: “Situasi darurat! Para aktivis sayap kiri berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat pemungutan suara, sementara para aktivis sayap kanan justru bersikap acuh tak acuh. Sudah waktunya untuk bangkit! Keluarlah dan ajak orang lain untuk memberikan suara. Pilih Partai Likud!”

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha